Gue yakin lo salah satu yang dulu ngabisin waktu berjam-jam di depan TV buat jadi hero (atau villain) di Albion. Dulu pas pertama kali denger Fable bakal comeback, perasaan lo campur aduk, kan? Antara seneng, takut, dan “ah, masa sih sebagus dulu?”
Nah, sekarang udah 2026. Setelah nunggu bertahun-tahun, Fable akhirnya rilis tahun ini. Playground Games (yang bikin Forza Horizon) ambil alih, dan mereka bilang ini “new beginning” . Bukan lanjutan cerita lama, tapi dunia Albion baru dengan semangat lama. Pertanyaannya sekarang: apakah sebaik ingatan kita dulu?
Gue coba breakdown buat lo yang mungkin sekarang udah berumur 30-40an, punya KPR, anak, dan waktu main tinggal sabtu minggu jam 2 pagi. Apalagi kalau anak udah pada tidur.
Yang Masih Sama: “Roh”-nya Masih Ada
Pertama, kabar baiknya: roh Fable masih hidup. Mereka nggak ninggalin akar.
Yang paling penting, mereka tetep pegang prinsip: “Fable is Fairytale, not Fantasy” . Ingat bedanya? Lo inget The Witcher atau Game of Thrones yang serem, gelap, penuh politik? Itu fantasy. Fable di sisi lain, dulu selalu terasa… lebih ringan. Lebih personal. Lebih… aneh. Mereka bilang kalau fairytale itu tentang “small stories about regular people” dan “what happens when magic touches the lives of ordinary folks” . Iya, persis kayak dulu. Lo nggak harus nyelametin dunia dari kehancuran total, lo cuma… jadi hero di kampung lo.
Humor British-nya masih kental. Ini penting banget. Ingat gak dulu karakter-karakternya suka ngomong langsung ke kamera? Atau dialog-dialog absurd yang cuma orang Inggris yang bisa bikin? Nah, itu balik lagi. Mereka ngakuin referensi dari The Office, Peep Show, The IT Crowd . Malah, developer dari Baldur’s Gate 3 aja sempat bilang, “Only real ones can determine based British humor from performative British twee, and I’m happy to say Fable seems to be on the right side of the wry” . Jadi, tenang, humor khasnya nggak ilang.
Choice and consequence juga masih jadi inti. Lo masih bisa jadi pahlawan mulia atau bajingan bejat. Bedanya? Dampaknya lebih… regional.
Yang Berubah: Standar 2026
Nah, ini bagian yang paling bikin gue mikir. Perubahan terbesar ada di sistem moralitas.
Ingat dulu, makin baik lo, makin putih rambut dan lingkaran cahaya di kepala. Makin jahat, tumbuh tanduk dan kulit kayak iblis. Fitur ikonik banget, kan? Sekarang, itu dihilangkan .
Kenapa? Alasannya masuk akal, sih. Di dunia nyata, nggak ada yang mutlak baik atau jahat. Lo bisa jadi pahlawan di satu kota, tapi di kota lain, orang-orang ngeliat lo sebagai sampah masyarakat karena keputusan lo di masa lalu. Nah, di Fable baru, reputasi lo berbeda di tiap daerah .
Jadi misalnya, lo selametin satu desa dari monster, mereka puja-puja lo. Tapi lo tendang penghuni rumah di desa sebelah? Begitu lo dateng, mereka bakal maki-maki. “Dasar tuan tanah brengsek!” Dan yang keren, lo nggak bisa bohong soal reputasi. Karena kalau lo punya tanduk, ya ketahuan dari jauh. Makanya mereka hapus fitur perubahan fisik .
“Tapi kan tanduknya keren?” Iya, gue juga sedih. Tapi coba lo bayangin: kalau lo mau mulai bersih di kota baru, tapi lo datang udah bawa tanduk, ya udah, lo langsung dicap penjahat. Mereka milih kasih lo kebebasan buat “re-invent yourself” di tiap tempat . Lo bisa jadi orang baik di satu kota dan orang jahat di kota lain, tanpa ketahuan.
Gamenya Seperti Apa?
Cerita:
Mulainya klasik. Lo jadi anak kecil, lalu ada kejadian tragis: seorang misterius mengubah nenek lo dan seluruh penduduk desa jadi patung batu . Lo harus cari tahu kenapa dan gimana balikin mereka. Petunjuknya cuma satu: nama “Heroes’ Guild” disebut. Tapi setelah lo ninggalin desa, dunia terbuka lebar. Mau ke utara, selatan, jadi petani dulu, bebas .
Dunia:
Ini yang bikin gue penasaran. Mereka bilang dunianya nggak sebesar RPG lain, tapi lebih detail . Hampir semua bangunan bisa dimasukin, dan hampir semua rumah bisa dibeli . Ada lebih dari 1.000 NPC unik yang punya rutinitas sendiri. Mereka tidur, kerja, punya hidup .
Dan ini yang bikin developer Baldur’s Gate 3 ngakak: lo bisa jadi tuan tanah. Beli rumah, terus lo usir penyewa. Mereka bakal tidur di jalanan, dan tiap kali ketemu lo, mereka maki-maki . Bahkan, ada contoh: lo bunuh raksasa bernama Dave, mayatnya jatuh di ladang, dan harga rumah di kota itu anjlok karena mayat busuk di situ. Warga benci lo . Detail banget.
Romance dan Keluarga:
Lo bisa temenan, ngasih hadiah, nikah, punya anak. Dan katanya, nggak ada batasan jumlah pasangan. Lo bisa kawinin semua 1.000 NPC itu kalau kuat . Satu developer bilang, “it’ll be a bit of work” . Ya iyalah, 1.000 orang!
Combat:
Masih sama: melee, ranged (panah/crossbow), magic. Tapi mereka janji transisinya mulus banget. Mau tebas pake pedang terus langsung lempar fireball, nggak ada jeda. Mereka nyebutnya “style-weaving combat” . Ada juga elemen chaos dan komedi, musuh bisa salah sasar kena temen sendiri .
Data Rilis dan Platform
Fable bakal rilis musim gugur 2026 (sekitar September-November) . Platform: PC, Xbox Series X/S, dan yang mengejutkan, PlayStation 5 juga day one . Masuk Game Pass Ultimate juga .
Gue Pribadi: Antara Seneng dan… Sedikit Kecewa?
Oke, gue jujur. Pas denger fitur perubahan fisik dihapus, gue agak… “hmm”. Itu kan salah satu hal yang bikin Fable beda dari RPG lain. Lo bisa liat secara visual dampak dari pilihan lo. Tapi setelah baca alasan mereka, gue mulai paham. Mereka pengen sistem yang lebih dewasa. Di dunia nyata, orang nggak langsung tahu lo jahat cuma dari muka lo. Mereka tahu dari reputasi, dari gossip, dari pengalaman.
Jadi mungkin ini bukan soal “lebih baik dari dulu atau nggak”. Ini soal “apakah ini Fable yang tepat buat 2026?”. Dan sepertinya, mereka berusaha keras buat menjawab “iya”.
Tips buat lo yang mau main:
-
Lupakan ekspektasi “Fable 4”. Ini reboot. Karakter lama belum tentu muncul. Cerita lama nggak nyambung . Anggap aja ini dunia paralel Albion.
-
Terima sistem reputasi baru. Jangan berharap jadi malaikat bertanduk. Tapi lo bisa jadi orang yang kompleks. Jahat di Bowerstone, baik di Oakvale. Itu lebih menarik, kok.
-
Jangan buru-buru selesaiin cerita. Dunianya katanya padat. Coba jadi tuan tanah brengsek dulu, trus lihat reaksi NPC. Itu mungkin lebih seru dari main quest.
Tabel Perbandingan Cepat: Dulu vs Sekarang
| Aspek | Fable Dulu (1-3) | Fable 2026 |
|---|---|---|
| Cerita | Lanjutan, dunia sama | Reboot total, “new beginning” |
| Dunia | Semi-open | Full open world |
| NPC | Terbatas, rutinitas sederhana | 1.000+ unik, rutinitas kompleks |
| Moralitas | Baik vs Jahat, berubah fisik | Reputasi per daerah, fisik tetap |
| Humor | British, absurd | British, absurd, makin kental |
| Romance | Bisa nikah | Bisa nikah, teorinya semua 1.000 NPC |
Kesimpulannya: Apakah Fable 2026 sebaik dulu? Jawabannya: berbeda, tapi mungkin sama-sama hebat. Mereka nggak coba niru apa yang dulu Lionhead bikin. Mereka bikin versi mereka sendiri, dengan teknologi 2026, tapi tetap narik “fairytale” dan “British humor” sebagai fondasi.
Kalau dulu lo suka Fable karena bisa jadi bejat dan lihat tanduk tumbuh, mungkin lo bakal sedikit kecewa. Tapi kalau dulu lo suka Fable karena dunianya terasa hidup, karakternya lucu, dan pilihan lo berdampak ke orang-orang di sekitar lo… kemungkinan besar lo bakal betah di Albion yang baru ini.
Yang jelas, 2026 bakal jadi tahun menarik buat gamer lawas kayak kita. GTA 6 juga katanya rilis tahun ini . Tapi entah kenapa, Fable ini yang bikin gue agak deg-degan. Bukan karena takut jelek, tapi karena penasaran: bisakah mereka membangkitkan rasa “nyaman” dan “aneh” yang dulu cuma Fable yang punya?
Kita lihat aja nanti musim gugur. Yang penting, siapin cemilan, siapin waktu, dan matiin notif grup keluarga. Albion lagi manggil.